08.39

Komponen kamera
Sebuah kamera minimal terdiri atas:
  • Kotak yang kedap cahaya (badan kamera)
  • Sistem lensa
  • Pemantik potret (shutter)
  • Pemutar film
Sistem lensa
Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plasti atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam. Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu diafragma. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer.
Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan. Disamping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa variabel (variable lens, atau oleh kalangan awam disebut dengan istilah lensa zoom. Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto.
Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal length (jarak antara kedua lensa). Focal lenght memengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.
Pemantik Potret
Tombol pemantik potret atau shutter dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan shutter. Waktu ini ialah singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya mengenai film.
Beberapa masyarakat awam menganggap kemampuan kamera sebanding dengan besarnya nilai maksimum shutter speed yang bisa digunakan.
Bagian lain
Bagian lain sebuah kamera, antara lain:
1.      Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek
2.      Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,
3.      Pemindai komposisi pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan
4.      lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.

Kesimpulan:
Bahwa dalam kamera terdapat adanya processor yang berfungsi menyampaikan perintah kepada bagian bagian dari kamera tersebut  agar menjalankan perintah dari pemakai dan memori yang digunakan untu menyimpan foto yang telah diambil.

Bagian Vacum Cleaner
Vacuum cleaner (alat penyedot debu) mungkin tidak asing lagi bagi kita. Bila karpet atau sofa anda kotor alat penyedot debu ini merupakan pilihan yang tepat untuk membersihkannya.
         Cara kerja dari vacuum cleaner ini dengan cara memanfaatkan perbedaan tekanan. Fan (kipas) akan mengurangi tekanan didalam vacuum cleaner sehingga terjadi vacuum (ruang hampa). Tekanan Atmosfir akan mendorong udara luar kedalam vacuum cleaner sehingga debu akan ikut terhisap masuk kedalam kantong debu didalam vacuum cleaner.
          Debu dan udara yang terhisap melalui penyedot (intake port) melewati penyaring (filter). Debu ditampung di kantong debu (dust bag) dan udara dibuang dalam keadaan bersih ke atmosfir setelah melewati penyaring. Komponen - komponen utama vacuum cleaner adalah penyedot (intake port), saluran keluar (exhaust port), motor listrik, kantong debu (dust bag).
Penyedot merupakan bagian yang akan kita bersihkan atau tempat debu dihisap ke vacuum cleaner.

Salauran keluar merupakan tempat udara yang dihisap keluar keatmosfir setelah dibersihkan melalui penyaring. Sedangkan debu ditampung dalam kantong debu.
Motor listrik berfungsi untuk memutar kipas (fan). Perputaran fan ini yang mengakibatkan penurunan tekanan didalam vacuum cleaner (ruang hampa) sehingga
Kesimpulan:
Bahwa dalam vacum cleaner terdapat motor listrik yang merupakan sebuah processor yang tugasnya untuk mengendalikan tekanan dalam vacum cleaner, karena pada dasarnya vacum cleaner merupakan pemanfaatan dari tekanan. Sedangan memori dalam vacum cleaner berfungsi untuk menyimpan perintah-perintah dari pemakai, seperti perintah untuk menaikkan tekanan.

Bagian Mesin Cuci
          Sebuah mesin cuci merupakan kebutuhan primer , sekarang hampir setiap rumah mempunyai mesin cuci. Dengan adanya mesin cuci dapat menghemat banyak waktu dan tenaga untuk melakukan pencucian pakaian.
          Komponen dasar dari mesin cuci adalah agitator, tabung pencuci dan pengering, agitator dan motor penggerak. Sebuah mesin cuci otomatis dilengkapi dengan control module yang berfungsi untuk mengatur semua proses kerja dari mesin cuci.

KOMPONEN MEKANIS MESIN CUCI OTOMATIS
1. INNER WASH TUBE
Proses mencuci pakaian dilakukan di Inner Wash Tube (tabung dalam). campuran air, deterjent dan pakaian bercampur dalam tabung ini.

2. AGITATOR
Agitator terbuat dari bahan plastik diposisikan di tengah bawah tabung. Umumnya, agitator mempunyai bentuk bersirip. Struktur bersirip yang membantu dalam fungsinya. Fungsi agitator adalah untuk memindahkan pakaian atas, bawah, bolak-balik sehingga pakaian bercampur dengan baik dengan sabun dan air. Inner Wash Tube juga bergerak bersama dengan agitator. Gerakan ini diulang untuk periode yang ditentukan waktu yang diatur oleh control module. Siklus ini dikenal sebagai siklus mencuci.
3. SPEED REDUCER (GEAR BOX)
Gearbox berfungsi menghubungkan motor dengan agitator. Alat ini mampu mengurangi kecepatan putaran motor (Speed Recucer). Gearbox tersusun dari sejumlah roda gigi (gear) yang saling berhubungan yang mempunyai perbandingan sesuai dengan kecepatan yang diinginkan.

4. OUTER WASH TUBE
Pada proses pembilasan air bilasan dari Inner wash Tube (tabung dalam) mengalir keluar ke Outer Wash Tube (tabung luar). Setelah air bilas mengalir ke tabung luar, tabung dalam diisi lagi dengan air bersih, kemudian Agitator (pengaduk) berputar. Pada proses ini berulang ulang sesuai setting control module. Pada siklus ini disebut siklus bilas. Tujuan dari siklus ini adalah untuk melepaskan partikel deterjent yang terjebak dalam proses pencucian.

5. SPIN TUBE

Dalam proses pengeringan air dikeluarkan sebanyak mungkin dari pakaian basah, pengeringan ini dilakukan oleh Spin Tube (tabung pengering). Motor listrik memutar spin tube dengan kecepatan tinggi, sehingga menimbulkan Gaya sentripetal yang mengakibatkan air keluar dari pakaian, kemudian air mengalir ke drain hose menuju tempat pembuangan.

6. KOPLING
Motor listrik pemutar dapat mencapai kecepatan tinggi dengan cepat. Untuk meredam getaran dan memperlancar efek start-up, motor dikopel dengan kopling. Prinsip kerja kopling ini mirip dengan kopling pada mobil karena memiliki standar yang sama drum-and-pad konstruksi. Pada beberapa model mesin cuci menggunakan metode sederhana yaitu membuat kopel dengan belt.

Kesimpulan:
Dalam mesin cuci juga terdapat processor dan memori,  jadi pengguna hanya perlu memberikan satu perintah maka secara otomatis memori akan merekam perintah lalu dikerjakan oleh processor.